Rabu, 23 November 2016

Pengantar Telematika (Tugas 3)

1.      Jelaskan bagaimana cara pengamanan layanan telematika dilihat dari aspek jaringan komputernya baik yang menggunakan kabel maupun tanpa kabel (wireless)!
Jawab :
Layanan Informasi adalah penyampaian berbagai informasi kepada sasaran layanan agar individu dapat memanfaatkan informasi tersebut demi kepentingan hidup dan perkembangannya. Tujuan layanan informasi secara umum agar terkuasainya informasi tertentu sedangkan secara khusus terkait dengan fungsi pemahaman (paham terhadap informasi yang diberikan) dan memanfaatkan informasi dalam penyelesaian masalah.
Keamanan adalah suatu yang sangat penting untuk menjaga agar suatu data dalam jariangan tidak mudah hilang. Sistem keamanan membantu mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatkan antisipasi ketika jaringan berhasil ditembus. Keamanan jaringan di sini adalah memberikan peningkatan tertentu untuk jaringan. Peningkatan keamanan jaringan ini dapat dilakukan terhadap :
1.      rahasia (privacy)
Dengan banyak pemakai yang tidak dikenal pada jaringan menebabkan penyembunyian data yang sensitive menjadi sulit. Keterpaduan data (data integrity). Karena banyak node dan pemakai berpotensi untuk mengakses system komputasi, resiko korupsi data adalah lebih tinggi.
2.      Keaslian (authenticity)
Hal ini sulit untuk memastikan identitas pemakai pada system remote, akibatnya satu host mungkin tidak mempercayai keaslian seorang pemakai yang dijalankan oleh host lain
3.      Convert Channel
Jaringan menawarkan banyak kemungkinan untuk konstruksi convert channel untuk aliran data, karena begitu banyak data yang sedang ditransmit guna menyembunyikan pesan.
2.      Jelaskan motif-motif gangguan yang terjadi pada layanan telematika!
Jawab :
Motif-motif gangguan yang terjadi pada layanan telematika :
a.       Interruption : suatu aset dari suatu sistem diserang sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang. Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran jaringan.
b.      Interception : suatu pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa berupa orang, program, atau sistem yang lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam suatu jaringan.
c.       Modification : suatu pihak yang tidak berwenang dapat melakukan perubahan terhadap suatu aset. Contohnya adalah perubahan nilai pada file data, modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak semestinya, dan modifikasi pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan.
d.      Fabrication : suatu pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contohnya adalah pengiriman pesan palsu kepada orang lain.
3.      Jelaskan satu contoh metode pengamanan terhadap layanan telematika!
Jawab :
Sebuah metode browsing jaringan disediakan untuk browsing video atau audio data yang di tembak oleh sebuah IP. Jaringan video atau audio metode browsing sesuai mencangkup langkah-langkah dari:
a. Menjalankan sebuah program splikasi komputetr local untuk mendapatkan kode identifikasi yang disimpan dalam kamera IP.
b. Transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS (Dinamic Domain Name Server) oleh program aplikasi.
c. Mendapatkakn kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan IO kamera dan control kamera IP melalui kamera IP pribadi, dan
d. Kopel ke layanan server melalui alamat server pribadi sehingga untuk mendapatkan video atau audio dari yang ditembak oleh kamera IP, dimana server layanan menangkap video atau audio data yang ditembak oleh kamera IP melalui Internet.

Sumber :
wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/layanan-telematika-9/


Sabtu, 22 Oktober 2016

Pengantar Telematika (Tugas 2)

1.      Jelaskan tentang perkembangan jaringan komputer sarana yang digunakan dalam proses telematika!

jawab :
Perkembangan jaringan komputer sangat berpengaruh besar dalam masyarakat global. Telematika memegang peranan penting dalam pembelajaran, bisnis dan juga jejaring sosial, maka seiring berjalannya waktu kebutuhan masyarakat global pun semakin bertambah, untuk itu di perlukan kemajuan perkembangan jaringan pada komputer atau media lain yg digunakan dalam telematika. Dengan demikian, semakin berkembang semakin mudah dalam segala proses telematika tersebut, dalam pembuatannya ataupun pengaplikasiannya. contohnya handphone / telepon genggam adalah salah satu media telematika, semakin jaringan komputer berkembang jaringan handphone pun berkembang, dan semakin mudah dalam pemrosesan apapun dalam telematika. Saat ini jaringan pada handphone sudah mencapai 4G, hal ini dibuat agar memudahkan dalam pengkomunikasian dalam telematika tersebut.

2.      Jelaskan tentang perkembangan teknologi wireless yang meliputi hardware,sistem operasi dan program aplikasi yang digunakan pada perangkat wireless

Jawab :
Hardware Access Point + plus
Perangkat dibawah ini adalah perangkat standard yang digunakan untuk access point. Access Point dapat berupa perangkat access point saja atau dengan dual fungsi sebagai internal router. Bahkan pada model terbaru sudah ditambahkan teknologi Super G dengan kemampuan double transmisi, smart DHCP bagi client network dan hardware standard monitor serta Firewall dan sebagainya.
Alat Access point dapat dipasangkan pada sebuah hub, cable modem atau alat lainnya untuk menghubungkan computer dengan WIFI kedalam sebuah network lain.

PCMCIA Adapter
Alat ini dapat ditambahkan pada notebook dengan pada PCMCIA slot. Model PCMCIA juga tersedia dengan tipe G atau double transmit.

USB Wireless Adaptor
Termasuk perangkat baru dan praktis pada teknologi WIFI. Alat ini mengambil power 5V dari USB port. Untuk kemudahan USB WIFI adapter dengan fleksibel ditempatkan bagi notebook dan PC. Tetapi pada perangkat USB WIFI Adapter memiliki batasan. Sebaiknya mengunakan USB port 2.0 karena kemampuan sistem WIFI mampu mencapai data rate 54Mbps. Bila anda memerlukan kepraktisan, penambahan perangkat Wireless USB adaptor adalah pilihan yang tepat, karena bentuknya yang praktis dan dapat dilepas. Tetapi perlu diingatkan bahwa dengan supply power kecil dari USB port alat juga memilki jangkauan lebih rendah, selain bentuk antenna yang ditanam didalam cover plastik akan menghambat daya pancar dan penerimaan pada jenis perangak ini.

USB Add-on PCI slot
Perangkat ini umumnya diberikan bersama paket mainboard untuk melengkapi perangkat WIFI pada sebuah computer. Sama kemampuannya dengan PCI card wireless network tetapi mengunakan jack USB internal pada mainboard termasuk pemakaian power diambil dari cable tersebut. Perangkat pada gambar dibawah ini juga dapat diaktifkan sebagai Access Point melalui software driver. Kekuatan alat ini terletak pada antenna, dan memiliki jangkauan sama seperti PCI Wireless adaptor.

Mini PCI bus adapter
Perangkat miniPCI bus untuk WIFI notebook berbentuk card yang ditanamkan didalam case notebook. Berbeda dengan card yang digunakan pada computer dengan PCI interface. PCImini bus adalah slot PCI yang disediakan pada notebook dan pemakai dapat menambahkan perangkat seperti WIFI adaptor didalam sebuah notebook. Umumnya perangkat hardware dengan miniPCI bus tidak dijual secara umum, tetapi model terbaru seperti pada Gigabyte GN-WIAG01 dengan kemampuan WIFI Super G sudah dijual bebas untuk upgrade Wireless adaptor bagi sebuah notebook.
Perangkat mini PCI untuk wireless nantinya diberikan 2 buah socket antena dan terhubung dengan antena di sisi layar sebuah notebook. Untuk keterangan dimana perangkat ini dipasang, dapat dilihat pada gambar menginstall Mini PCI bus.

Beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja wireless:
·         Wireless Wizard 5.21
·         Linksys wireless-G USB Network Adapter 1.0
·         AirTies Network Assistant 1.0
·         Zamzom wireless network tool 01.07.0.09
3.       Jelaskan dan gambarkan fitur layout telematika!

Jawab:
1.       Head Up Display System
Head Up Display (HUD) merupakan sebuah tampilan transparan yang menampilkan data tanpa mengharuskan penggunanya untuk melihat ke arah yang lain dari sudut pandang biasanya. Asal nama dari alat ini yaitu pengguna dapat melihat informasi dengan kepala yang terangkat (head up) dan melihat ke arah depan daripada melihat ke arah bawah bagian instrumen. Walaupun HUD dibuat untuk kepentingan penerbangan militer (kayaknya jaman dulu sampe sekarang teknologi itu dipakai militer dulu baru di kasih ke orang sipil, trus kapan orang sipil bisa punya teknologi?), sekarang HUD telah digunakan pada penerbangan sipil, kendaraang bermotor dan aplikasi lainnya.
2.       Tangible User Interface        
Tangible User Interface, yang disingkat TUI, adalah antarmuka dimana seseorangdapatberinteraksi dengan informasi digital lewat lingkungan fisik. Nama inisial Graspable User Interface, sudah tidak lagi digunakan. Salah satu perintis TUI ialah Hiroshi Ishii, seorang profesor di Laboratorium Media MIT yang memimpin Tangible Media Group. Pandangan istimewanya untuk tangible UI disebut tangible bits, yaitu memberikan bentuk fisik kepada informasi digital sehingga membuat bit dapat dimanipulasi dan diamati secara langsung.
3.      Computer Vision
Computer Vision (komputer visi) merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi dari mesin yang melihat. Dalam aturan pengetahuan, komputer visi berhubungan dengan teori yang digunakan untuk membangun sistem kecerdasan buatan yang membutuhkan informasi dari citra (gambar). Data citranya dapat dalam berbagai bentuk, misalnya urutan video, pandangan deri beberapa kamera, data multi dimensi yang di dapat dari hasil pemindaian medis.
4.       Browsing Audio Data
Browsing Audio Data merupakan metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video / audio data yang ditangkap oleh sebuah IP kamera.
5.      Speech Recognition
Dikenal juga dengan pengenal suara otomatis (automatic speech recognition) atau pengenal suara komputer (computer speech recognition). Merupakan salah satu fitur antarmuka telematika yang merubah suara menjadi tulisan (hebat, padahal kalo lagi di dikte sama dosen juga kita bisa ngubah suara jadi tulisan). Istilah ‘voice recognition’ terkadang digunakan untuk menunjuk ke speech recognition dimana sistem pengenal dilatih untuk menjadi pembicara istimewa, seperti pada kasus perangkat lunak untuk komputer pribadi, oleh karena itu disana terdapat aspek dari pengenal pembicara, dimana digunakan untuk mengenali siapa orang yang berbicara, untuk mengenali lebih baik apa yang orang itu bicarakan. Speech recognition merupakan istilah masukan yang berarti dapat mengartikan pembicaraan siapa saja.

6.      Speech Synthesis
Speech synthesis merupakan hasil kecerdasan buatan dari pembicaraan manusia. Komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech syhthesizer dan dapat diterapkan pada perangkat lunak dan perangkat keras. Sebuah sistem text to speech (TTS) merubah bahasa normal menjadi pembicaraan.

                                                    Penggambaran Fitur Layout Telematika


Minggu, 09 Oktober 2016

Pengantar Telematika

1.    Apa pengertian telematika?
Jawab :
Kata telematika berasal dari bahasa Perancis yaitu telematique. Kata Telematique merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dan teknologi informasi. Sehingga telematika biasanya lebih sering dikaitkan dengan kegiatan cyberspace atau kegiatan yang berbau teknologi digital yang merupakan suatu informasi dalam melakukan sebuah komunikasi.

2.      Media telematika apa saja yang digunakan untuk telematika?
Jawab :
Handphone, Internet, Sosial Media, Jaringan/Network, Aplikasi-aplikasi pendukung seperti Video Conference, Games,dll.

3.      Jelaskan perkembangan telematika sebelum dan sesudah adanaya internet?
Jawab :
Perkembangan Telematika sebelum adanya internet
·         Periode Rintisan (berlangsung pada akhir tahun 1970an – akhir tahun 1980an).
Pada periode rintisan ini penggunaan telematika sangat terbatas. Pada periode ini, masa dimana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar jakarta, bahkan di luar pulau Jawa.
·         Periode Pengenalan (berlangsung tahun 1980an).
Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.
Perkembangan Telematika diIndonesia setelah adanya internet
·         Periode pengenalan telematika Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet. Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televise swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996. Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia.
·         Periode aplikasi Pada periode ini, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televisi, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.

4.      Apa yang anda harapkan dengan adanya telematika di Indonesia?
Jawab :
Dengan adanya Telematika di Indonesia, saya berharap negara Indonesia dapat lebih cerdas mengelola serta menggunakan teknologi informasi. Bertujuan agar memajukan negara sendiri dan dapat bersaing dengan negara lain bukan hanya sekedar memiliki namun juga memanfaatkannya dengan baik, dan untuk kedepannya diharapkan teknologi informasi di Indonesia dapat  lebih berkembang dengan ketersediaan perangkat yang memadai, serta menciptakan teknologi buatan sendiri dan tidak bergantung lagi dengan teknologi buatan luar sebagai bukti bahwa negara Indonesia telah mandiri dengan kemampuan sendiri.

5.      Apa yang ada dalam pikiran anda jika mendengar telematika?
Jawab :
Yang saya pikirkan jika saya mendengar kata telematika, maka hal pertama yang akan muncul dalam pikiran saya kemungkinan besar adalah Cyber Crime dan segala sesuatu yang berhubungan dengan komunikasi.

Rabu, 08 Juni 2016

Contoh Proposal Penulisan Ilmiah (Hasil Laporan)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan telah menunjukan perkembangannya dari waktu ke waktu, dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan manusia berusaha membuat kehidupannya menjadi lebih baik. Dahulu, ketika manusia ingin menuangkan isi pikirannya mereka menggoreskan berbagai macam simbol di atas sebongkah batu yang besar-besar karena pada zaman dahulu hanya teknologi seperti itu saja yang telah berkembang. Namun seiring dengan meninggkatnya kecerdasan manusia yang tidak pernah puas dengan segala penemuan di bidang ilmu pengetahuan khususnya berbasi sistem informasi dan teknologi yang telah dilakukan serta belajar dari kejadian pada masa lalu, sekarang manusia tidak perlu direpotkan kembali dengan permasalahan seperti itu. Manusia cukup mengolah datanya dengan menggunakan sebuah mesin yang bernama komputer kemudian data-data yang telah diolah tersebut dapat disimpan kedalam sebuah media penyimpanan yang mampu untuk menampung banyak data-data digital dan mudah untuk melakukan mobilitas.  
Perkembangan dunia ilmu pengetahuan ini khususnya bidang sistem informasi dan teknologi dapat diterapkan di sebuah Laboraturium Manajemen Menengah Universitas Gunadarma khususnya pada bagian perpustakaan. Sebelum menggunakan aplikasi ini  dapat dikatakan belum terorganisir dengan baik, misalnya
a)      Sebagian besar buku-buku perpustakaan tidak diberikan kode sebagai mana mestinya yangbertujuan sebagai pembeda dengan yang lainnya
b)      Tata letak buku berada pada posisi yang tidak semestinya
c)      Pencatatan setiap transaksi peminjaman buku yang masih menggunakan alat tulis dan buku besar
d)     Tidak dikenakannya denda kepada peminjam yang terlambat mengembalikan buku sehingga ada beberapa buku-buku yang tidak kembali.
Atas dasar pemikiran tersebut penulis ingin membantu untuk memperbaiki tata cara pengolahan data-data perpustakaan di Laboraturium Manajemen Menengah Universitas Gunadarma menjadi lebih baik, salah satunya adalah dengan membuat aplikasi ini guna menggintegrasikan seluruh data–data yang ada menjadi satu kesatuan data yang terintregasi di dalam suatu database sehingga memudahkan pengguna untuk mengolah data yang telah ada.

1.2        Pembatasan Masalah
Aplikasi yang dibangun menggunakan analisa dan desain berorientasi objek dengan batasan sebagai berikut :
a)      Fokus pembuatan aplikasi ini adalah penyediaan sumber informasi dalam buku-buku perpustakaan, pengadaan buku-buku perpustakaan dan layanan yang berhubungan dengan anggota, rancangan tampilan program dan database.
b)      Aplikasi ini hanya memandang user ke dalam dua kelompok yaitu anggota dan petugas, jadi tidak membedakan petugas yang satu dengan yang lain.
c)      Pembuatan aplikasi ini menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0 dengan basis data Microsoft Access

1.3    Tujuan Masalah
Pembuatan aplikasi ini bertujuan untuk membantu dan mempermudah calon peminjam buku untuk mendapatkan informasi tentang koleksi buku-buku perpustakaan juga untuk membantu para pengurus dalam menjalankan tugasnya di Laboraturium Manajemen Menengah Universitas Gunadarma khususnya pada bagian perpustakaan.
                       
1.4    Metode Penelitian
Metode-metode yang telah dilakukan oleh penulis dalam melakukan penulisan ini, diantaranya adalah
a)      Metode Pustaka
Merupakan teknik pengumpulan data-data yang diperlukan dalam melakukan penulisan ini melalui media cetak.
b)      Metode Lapangan
Merupakan teknik pengumpulan data-data yang diperlukan dalam melakukan penulisan dengan mengambil data langsung dari tempat penelitian.

1.5    Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan ilmiah ini berisi uraian singkat yang meneranggkan setiap babnya, yaitu terdiri dari empat bab yaitu:
Bab 1   PENDAHULUAN
menjelaskan secara garis besar permasalahan yang sedang dihadapi. Pada bab ini terdiri dari latar belakang, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian dan sistematika penulisan.
Bab 2   LANDASAN TEORI
 menguraikan teori-teori yang mendukung pembuatan aplikasi ini, diantaranya adalah meliputi konsep database dan bahasa pemrograman yang digunakan untuk pembuatan aplikasi ini
Bab 3   PEMBAHASAN
 di sini dijelaskan analisa dan secara rinci mengenai rancangan tampilan, konsep database dan diagram alur aplikasi perpustakaan.


BAB II
KAJIAN TEORI

2.1       Entity Relationship Diagram
Entity Relationship Diagram (ERD) adalah kesatuan bentuk logika yang dipakai untuk analisa dan design database. ERD melengkapi penggambaran grafik dari struktur logika. Dengan kata lain ERD menggambarkan arti dari aspek data seperti bagaimana entity-entity, atribute-atribute dan relationship-relationship disajikan. Sebelum membuat ERD, tentunya kita harus memahami betul data yang diperlukan dari ruang lingkupnya. Di dalam konsep pembuatan ERD perlu di perhatikan penentuan suatu konsep, apakah merupakan suatu entity, atribute atau relationship.
2.2     Struktur Navigasi
Struktur navigasi adalah struktur atau alur dari suatu program yang merupakan rancangan hubungan dan rantai kerja dari beberapa area yang berbeda dan dapat membantu mengorganisasikan seluruh elemen pembuatan aplikasi.  Menentukan struktur navigasi merupakan hal yang sebaiknya dilakukan sebelum membuat suatu aplikaisi. Ada empat macam bentuk dasar dari struktur navigasi yang biasa digunakan dalam proses pembuatan aplikasi, yaitu :
2.2.1    Struktur Navigasi Linier
Struktur navigasi linier hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang  berurut, yang menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurut menurut urutannya. Tampilan yang dapat ditampilkan pada sruktur jenis ini adalah satu halaman sebelumnya atau satu halaman sesudahnya, tidak dapat dua halaman sebelumnya atau dua halaman sesudahnya.
2.2.2    Struktur Navigasi Non-Linier
Struktur navigasi non-linier atau struktur tidak berurut merupakan pengembangan dari struktur navigasi linier. Pada struktur ini  diperkenankan  membuat navigasi bercabang. Percabangan yang dibuat pada struktur nonlinier ini berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki, karena pada percabangan nonlinier ini walaupun terdapat percabangan, tetapi tiap-tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama yaitu tidak ada Master Page dan Slave Page.
2.2.3    Struktur Navigasi Hirarki
Struktur navigasi hirarki biasa disebut struktur bercabang, merupakan suatu struktur yang mengandalkan  percabangan untuk menampilkan data berdasarkan kriteria tertentu. Tampilan pada menu pertama akan disebut sebagai Master Page (halaman utama pertama), halaman utama ini mempunyai halaman percabangan yang disebut Slave Page (halaman pendukung). Jika salah satu halaman pendukung dipilih atau diaktifkan, maka tampilan tersebut akan bernama Master Page (halaman utama kedua), dan seterusnya. Pada struktur navigasi ini tidak diperkenankan adanya tampilan secara linier.
2.2.4    Struktur Navigasi Campuran
Struktur navigasi campuran merupakan gabungan dari ketiga struktur sebelumnya yaitu linier, non-linier dan hirarki. Struktur navigasi ini juga biasa disebut dengan struktur navigasi bebas. Struktur navigasi ini banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi yang memiliki banyak form karena struktur ini dapat digunakan dalam pembuatan website sehingga dapat memberikan ke-interaksian yang lebih tinggi.
2.3       Microsoft Acces
Microsoft Access adalah suatu aplikasi yang dapat membantu kita membuat sebuah aplikasi database dalam waktu yang relatif singkat. Biasanya digunakan untuk pembuatan aplikasi-aplikasi yang kecil. Misalnya Program untuk Kasir di koperasi, penjualan untuk toko.

2.4    Microsoft Visual Basic 6.0
 Visual basic merupakan salah satu bentuk sarana pengembangan aplikasi (Software Developer) yang berbasis windows.’Visual’ cenderung mengarah kepada metode untuk membentuk GUI (Graphical User Interface), dengan kemudahan penempatan dan pembentukan objek pada layar tanpa menulis banyak baris program. Visual basic tidak hanya terdapat dalam bahasa pemrograman tersendiri, Microsoft Acces, serta terdapat beberapa aplikasi Microsoft lainnya. Dan Visual basic scripting edition (VBScript) juga telah banyak digunakan seperti dalam perancangan ASP (Active Server Page) dan merupakan subset dari bahasa pemrograman Visual basic.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1   Metode
        Metode-metode yang telah dilakukan oleh penulis dalam melakukan penulisan ini, diantaranya adalah
  1. Metode Pustaka
Merupakan teknik pengumpulan data-data yang diperlukan dalam melakukan penulisan ini melalui media cetak.
  1. Metode Lapangan
Merupakan teknik pengumpulan data-data yang diperlukan dalam melakukan penulisan dengan mengambil data langsung dari tempat penelitian.
Penulisan Ilmiah ini disusun secara sistematis melalui beberapa tahap, yaitu:           
1.      Pengumpulan data/informasi.
2.      Perancangan struktur navigasi dan perancangan tampilan.
3.      Pembuatan  aplikasi.
4.       Publikasi aplikasi.
5.      Pengujian aplikasi.
3.2              Tempat dan waktu penelitian
  • Tempat penelitiam
Penilitian dilakukan di Perpustakaan Gunadarma Kampus penelitian.
  • Waktu penelitian
waktu pepenelitian dilakukan pada bulan April tahun 2016.
3.3              Instrument penilitan
Instrument yang dilakukan yaitu menggunakan bentuk instrument tes. Instrument tes adalah tes yang berupa seretan pertanyaan, lembar kerja atau sejenisnya yang digunakan untuk mengukur pegetahuan, keterampilan, bakat, dan kemampuan.


3.4              Analisis Data
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, setelah adanya aplikasi proses pencarian buku yang akan dipinjam oleh calon peminjam dirasa cukup cepat karena selain informasi-informasi berupa teks yang didapatkan tentang buku, selain itu juga disertakan gambar dari buku yang hendak dipinjam. Petugas perpustakaan yang bertugas dilapangan merasa lebih cepat dalam melakukan pengolahan data yang terjadi, setiap data yang disimpan ke dalam database harus disediakan backupnya, hal ini ditujukan apabila database master terkena suatu masalah yang tidak diinginkan.
  
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1    Analisa Masalah
Kebutuhan akan informasi saat ini dirasakan sangat penting sekali guna menunjang aktifitas sehari-hari, seperti hal nya yang terjadi pada Laboraturium Manajemen Menengah ini. Banyak dari anggota perpustakaan yang meminjam buku dari perpustakaan ini sebagai bahan referensi untuk menunjang berjalannya perkuliahan mereka seprti tugas yang diberikan oleh dosen mereka. Namun dalam hal mencari buku yang mereka perlukan terkadang menemui berbagai macam masalah yang terkadang dapat menyita waktu mereka, misalnya hanya untuk mencari satu buku saja dibutuhkan waktu yang cukup lama hal ini dikarenakan karena letak buku yang sebagai besar tidak diketahui oleh mereka secara pasti. Kemudian jika calon peminjam hanya mengetahui judul bukunya saja yang hendak dipinjam namun dia tidak dapat mengingat secara pasti bentuk pisik dari bukunya, hal ini tentunya akan semakin menambah persoalan yang telah ada. Masalah lain yang dihadapi bagi para pengurus adalah pencatatan transaksi keluar masuknya buku perpustakaan yang telah dipinjam atau pun dikembalikan masih menggunakan alat tulis dan melakukan mencatatnya kedalam sebuah buku, tentunya hal ini juga akan memakan waktu pula.
Setelah melakukan beberapa pengamatan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya maka saya akan mencoba merancang dan membangun sebuah aplikasi yang bertujuan untuk memudahkan petugas perpustakaan dalam menjalankan tugasnya dengan cepat dan tepat selain itu aplikasi ini juga ditujukan untuk calon peminjam buku dalam mendapatkan sebuah informasi,seperti tentang informasi buku yang akan dipinjamnya secara tepat dan cepat.

4.2       Struktur Navigasi Aplikasi
Pada pembahasan kali ini penulis akan menggunakan struktur navigasi yang berbeda antara aplikasi yang digunakan oleh user dan administator perpustakaan. Penulis membuat dua apliaksi yang berbeda dikarenakan tiap-tiap aplikasi memiliki kegunaannya masing-masing.

4.3  Rancangan Tampilan Program untuk Administrator
4.3.1    Rancangan Tampilan Splash Screen
Pemunculan form ini adalah ditujukan sebagai salam pembuka dari aplikasi yang telah dibuat ini, agar pengguna mengetahui aplikasi apa yang sedang dipakainya selain itu pemunculan splash screen juga sebagai pemanis tampilan aplikasi. 
4.3.2    Rancangan Halaman Login
Pada halaman ini setiap pengguna aplikasi ini harus memasukkan user name dan kata kunci jika ingin memakai aplikasi ini, hal ini dimaksudkan agar seluruh data yang tersimpan dengan baik di dalam database dapat tejamin kemanannya dari para pengguna yang tidak berhak.                   
4.3.3    Rancangan Menu Utama Administrator
Menu utama ini hanya digunakan oleh petugas perpustakaan dalam menjalankan tugasnya karena hanya petugas yang memiliki hak atas perubahan data yang terjadi. Menu utama ini terdiri dari tiga menu utama yaitu menu administrator, menu data list dan menu help. Menu adminstrator juga memiliki beberapa sub menu yaitu input data buku, input data anggota, peminjaman buku, cetak laporan dan exit. Menu data list juga memiliki beberapa sub menu yaitu data list buku, data list anggota dan data list peminnaman. Dan pada menu help terdapat tiga submenu yaitu about, buku manual  dan lihat peta. 
4.3.4    Rancangan Tampilan Data Buku
Pada sub menu ini berfungsi untuk menambahkan koleksi buku yang baru. Informasi yang terdapat pada form ini meliputi kode, judul, penerbit, pengarang, tahun terbit, lokasi, jumlah dan tanggal modifikasi dari buku-buku tersebut. Dan pada sub menu ini juga dilengkapi dengan fasilitas untuk memodifikasi buku, mencari buku yang kita ingin cari dan penghapusan daftar buku dengan cara mengetikan kata kuncinya, maka setelah itu informasi tentang buku yang diperlukan akan ditemukan
4.3.5    Rancangan Tampilan Input Data Anggota
Pada sub menu ini berfungsi untuk menginput atau mengedit data anggota perpustakaan. Informasi tentang anggota yang terdapat pada form ini meliputi nama, npm, tanggal lahir, kelas, fakultas, alamat, kota, kode pos, telepon dan foto. Pada sub menu ini juga dilengkapi dengan fasilitas untuk merubah atau memodifikasi, mencari dan menghapus data anggota perpustakaan dengan mengetikan kata kunci yang tentunya berhubungan dengan data yang hendak dicari. Selain itu terdapat fasilitas tambahan yang lebih hebat lagi, penulis memberikan fasilitas berupa pesan atau peringatan yang isinya pemberian selamat ulang tahun kepada setiap anggota perpustakaan yang berulang tahun pada saat itu juga.
4.3.6    Rancangan Tampilan Peminjaman, Memperpanjang dan Megembalikan Buku
Pada form ini terdapat tiga tab yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri. Pertama, tab peminjaman yang berfungsi untuk melakukan transaksi peminjaman buku yang hendak dipinjam oleh anggota. Pengurus hanya menginput NPM anggota dan kode buku yang akan dipinjam maka secara otomatis data tersebut akan tersimpan di dalam database. Melalui ini pengurus dapat melihat kapan jatuh tempo buku itu harus segera dikembalikan. 
Kedua, yaitu tab memperpanjang yang berfungsi untuk melakukan penambahan masa tenggang peminjaman buku. Pengurus hanya menginput NPM anggota dan kode buku yang telah dipinjam, maka secara otomatis tanggal pengembalian buku akan berubah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
            Ketiga, yaitu tab pengembalian yang berfungsi untuk melakukan transaksi buku-buku yang telah dikembalikan oleh para peminjam dikarenakan masa peminjaman telah habis. Melalui form ini pengurus dapat mengupdate jumlah buku yang berkurang menjadi bertambah kembali yang dikarenakan buku yang dipinjam telah dikembalikan. Pengurus hanya menginput NPM anggota dan kode buku yang telah dipinjam, maka secara otomatis data-data buku yang berada di database akan terupdate dan data peminjaman buku terhadap anggota tersebut secara otomatis akan dihilangkan.
4.3.7    Rancangan Tampilan Mencetak Laporan
Terdapat tiga form berbeda yang digunakan untuk melakukan pembuatan laporan guna mendukung pendokumentasian. Ketiga form tersebut diantaranya adalah form pembuatan laporan anggota, koleksi buku perpustakaan dan data-data anggota yang sedang melakukan peminjaman buku.
Untuk melakukan pencarian informasi yang diinginkan maka dapat dilakukan pencarian dengan beberapa kriteria yang telah disediakan sebelumnya, yang tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tiap halaman pencetakan. Dengan hal ini, hasil pencarian yang di dapat akan menjadi lebih spesifik.
4.3.8    Rancangan Halaman User Name dan Password
Pada halaman ini pengurus dapat membuat accountnya sendiri yang nantinya akan digunakan untuk menjalankan aplikasi ini. Dalam hal ini satu account hanya dapat dimiliki oleh satu pengurus dan tiap-tiap pengurus akan mempunyai username dan password.Hal ini ditujukan untuk melakukan pengamanan data yang tersimpan di dalam database serta tetap terpeliharanya aplikasi ini dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.
4.3.9    Rancangan Tampilan Data List Buku
Pada sub ini menampilkan data list dari buku-buku yang ada. Data dari buku itu meliputi kode, judul, penerbit, pengarang, tahun, lokasi, modifikasi dan jumlah buku. Untuk mempercepat pencarian buku-buku yang kita ingin lihat, di dalam sub menu ini menyediakan fasilitas pencarian secara cepat yaitu pencarian berdasarkan kode, judul, pengarang dan penerbit.
4.3.10  Rancangan Tampilan Data List Peminjaman                               
Pada sub menu ini menampilkan informasi dari anggota yang telah meminjam buku. Di dalam data list peminjaman buku ini meliputi informasi seperti npm, kode buku, pinjam, kembali, perpanjang, denda dimana jumlah buku maksimal yang dipinjam adalah dua buah buku. Untuk mempercepat pencarian data list peminjaman yang kita ingin lihat, di dalam sub menu ini menyediakan fasilitas pencarian secara cepat yaitu pencarian berdasarkan kode, npm, tanggal pinjam dan tanggal kembali
4.3.11  Rancangan Tampilan Data List Buku
sub ini menampilkan data list dari buku-buku yang tersedia di perpustakaan. Data dari buku itu meliputi kode, judul, penerbit, pengarang, tahun, lokasi, modifikasi dan jumlah buku. Sub menu ini terdapat pada program perpustakaan untuk administrator dan perpustakaan untuk user. Untuk mempercepat pencarian buku-buku yang kita ingin lihat, di dalam sub menu ini menyediakan fasilitas pencarian secara cepat yaitu pencarian berdasarkan kode, judul, pengarang dan penerbit.
4.3.12  Rancangan Tampilan Data List anggota
Pada sub menu ini menampilkan data list dari semua anggota perpustakaan, data dari anggota perpustakaan itu meliputi npm, nama, lahir, kelas, fakultas, alamat, kota, kode pos, telepon dan foto. Sub menu ini terdapat pada program perpustakaan untuk administrator dan perpustakaan untuk user. Untuk mempercepat pencarian data anggota perpustakaan yang kita ingin lihat, di dalam sub menu ini menyediakan fasilitas pencarian secara cepat yaitu pencarian berdasarkan nama, npm, kelas, fakultas dan kota.
4.3.13  Rancangan Tampilan about
Pada submenu about ini menjelaskan nama program, untuk siapa program ini di buat, tahun pembuatan dan logo dari program perpustakaan ini.
4.3.14  Rancangan Tampilan Melihat Lokasi Buku
Pada submenu yang terakhir ini berfungsi untuk melihat lokasi buku di perpustakaan. Disini sangat jelas sekali ditampilkan gambar dari rak buku yang ada di perpustakaan dan di dalam rak tersebut juga tertuliskan lokasi dari buku-buku yang ada di perpustakaan. Misalkan dalam pencarian buku  tertulis lokasi buku LKA1, dan di dalam sub menu ini anda dapat melihat dimana lokasi dari LKA1 tersebut.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1       Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
  1. Setelah adanya aplikasi proses pencarian buku yang akan dipinjam oleh calon peminjam dirasa cukup cepat karena selain informasi-informasi berupa teks yang didapatkan tentang buku selain itu juga disertakan gambar dari buku yang hendak dipinjam
  2. Petugas perpustakaan yang bertugas dilapangan merasa lebih cepat dalam melakukan pengolahan data yang terjadi
  3. Setiap data yang disimpan ke dalam database harus disediakan backupnya, hal ini ditujukan apabila database master terkena suatu masalah yang tidak diinginkan.

5.2       Saran
Aplikasi Perpustakaan Laboraturium Manajemen Menengah ini masih mempunyai banyak kekurangan sehingga diperlukan pengembangan lebih lanjut sebagai berikut :
  1. Sistem keamanan yang dibuat untuk hak akses petugas maupun anggota hanya sebatas password, hal tersebut sangat rawan untuk ditebak sehingga diperlukan sistem keamanan yang lebih tinggi.
  2. Tampilan aplikasi belum banyak mengandung animasi yang dapat membuat user lebih nyaman untuk menggunakannya

DAFTAR PUSTAKA

Effendy, Onong Uchjana. Aplikasi Database Visual Basic 6.0. Madiun : Andi   
dan Madcoms, 2003.
Hustinawati. Visual Basic Programming with SQL Server. Depok : Lepkom
 Universitas Gunadarma, 2003
Kusumo, Ario Suryo. Buku Latihan Pemrograman Visual Basic 2005.                                     
Jakarta : PT Elex Media Komputindo, 2006
Pardosi, Mico. Microsoft Visual Basic 6.0. Surabaya : Dua Selaras, 2005.
URL:http://www.ilmukomputer.com/index.php
URL:http://www.seagatesoftware.com/index.asp