Senin, 19 Juni 2017

3 jenis model cocomo (VCLASS)

Model Jenis COCOMO Ada tiga model cocomo, diantaranya ialah:
1. Dasar Cocomo
Dengan menggunakan estimasi parameter persamaan (dibedakan menurut tipe sistem yang berbeda) upaya pengembangan dan pembangunan durasi dihitung berdasarkan perkiraan DSI.

2. Intermediate Cocomo
Persamaan estimasi sekarang mempertimbangkan (terlepas dari DSI) 15 pengaruh faktor-faktor; ini adalah atribut produk (seperti kehandalan perangkat lunak, ukuran database, kompleksitas), komputer atribut-atribut (seperti pembatasan waktu komputasi, pembatasan memori utama), personil atribut ( seperti aplikasi pemrograman dan pengalaman, pengetahuan tentang bahasa pemrograman), dan proyek atribut (seperti lingkungan pengembangan perangkat lunak, tekanan waktu pengembangan). Tingkat pengaruh yang dapat diklasifikasikan sebagai sangat rendah, rendah, normal, tinggi, sangat tinggi, ekstra tinggi; para pengganda dapat dibaca dari tabel yang tersedia.

3. Detil Cocomo

Dalam hal ini adalah rincian untuk fase tidak diwujudkan dalam persentase, tetapi dengan cara faktor-faktor pengaruh dialokasikan untuk fase. Pada saat yang sama, maka dibedakan menurut tiga tingkatan hirarki produk (modul, subsistem, sistem), produk yang berhubungan dengan faktor-faktor pengaruh sekarang dipertimbangkan dalam persamaan estimasi yang sesuai. Selain itu detail cocomo dapat menghubungkan semua karakteristik versi intermediate dengan penilaian terhadap pengaruh pengendali biaya pada setiap langkah (analisis, perancangan, dll) dari proses rekayasa PL

Apa yang anda ketahui dengan estimasi berdasarkan sejarah (vclass)

1.      Apa yang anda ketahui dengan estimasi berdasarkan sejarah
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Estimasi adalah perkiraan, penilaian atau pendapat. Estimasi adalah suatu metode dimana kita dapat memperkirakan nilai dari suatu populasi dengan menggunakan nilai dari sampel. Estimator adalah nilai pendugaan/suatu data statistik, sebagai sampel yang digunakan untuk mengisi suatu parameter.
Jalan keluar dari ketergantungan pada orang dan untuk membuat estimasi lebih khusus, yaitu anda harus mengerti tentang sejarahnya. Tulislah berapa lama masing-masing tugas dapat diselesaikan dan siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut.
Anda dapat membandingkan tuagas yang akan diestimasik dengan tugas yang sama yang dikerjakan lebih awal, setelah itu mulailah dengan melakukan estimasi.

Hal ini dimaksudkan agar anda menjabarkan suatu proyek ke dalam beberapa tugas yang biasanya diulang dan mudah untuk dibandingkan.

Fase Pemrograman Pretest Dan Post test Bab 9 (VCLASS)

Fase Pemrograman Pretest Dan Post test Bab 9


Pretest bab 9
Pada fase tahapan pengujian program ada 2 yaitu white box dan black box

Tahap Pertama disebut pengujian “White Box”.

     White box testing adalah pengujian yang didasarkan pada pengecekan terhadap detail perancangan, menggunakan struktur kontrol dari desain program secara procedural untuk membagi pengujian ke dalam beberapa kasus pengujian. Secara sekilas dapat diambil kesimpulan white box testing merupakan petunjuk untuk mendapatkan program yang benar secara 100%.

 Tahap Kedua atau pengujian “Black Box”

       Black box testing adalah pengujian yang dilakukan hanya mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan memeriksa fungsional dari perangkat lunak. Jadi dianalogikan seperti kita melihat suatu koatak hitam, kit hanya bisa melihat penampilan luarnya saja, tanpa tau ada apa dibalik bungkus hitam nya. Sama seperti pengujian black box, mengevaluasi hanya dari tampilan luarnya(interface nya) , fungsionalitasnya.tanpa mengetahui apa sesungguhnya yang terjadi dalam proses detilnya (hanya mengetahui input dan output).
  
       Black Box pengujian adalah metode pengujian perangkat lunak yang menguji fungsionalitas aplikasi yang bertentangan dengan struktur internal atau kerja (lihat pengujian white-box). Pengetahuan khusus dari kode aplikasi / struktur internal dan pengetahuan pemrograman pada umumnya tidak diperlukan. Uji kasus dibangun di sekitar spesifikasi dan persyaratan, yakni, aplikasi apa yang seharusnya dilakukan. Menggunakan deskripsi eksternal perangkat lunak, termasuk spesifikasi, persyaratan, dan desain untuk menurunkan uji kasus. Tes ini dapat menjadi fungsional atau non-fungsional, meskipun biasanya fungsional. Perancang uji memilih input yang valid dan tidak valid dan menentukan output yang benar. Tidak ada pengetahuan tentang struktur internal benda uji itu.
Post test bab 9
      Black Box Testing merupakan pengujian program yang mengutamakan pengujian terhadap kebutuhan fungsi dari suatu program. Tujuan dari metode Black Box Testing ini adalah untuk menemukan kesalahan fungsi pada program. Pengujian dengan metode Black Box Testing dilakukan dengan cara memberikan sejumlah input pada program. Input tersebut kemudian di proses sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya untuk melihat apakah program aplikasi dapat menghasilkan output yang sesuai dengan yang diinginkan dan sesuai pula dengan fungsi dasar dari program tersebut.

     White Box Testing merupakan cara pengujian dengan melihat ke dalam modul untuk meneliti kode-kode program yang ada, dan menganalisis apakah ada kesalahan atau tidak. Jika ada modul yang menghasilkan output yang tidak sesuai dengan proses bisnis yang dilakukan, maka baris-baris program, variabel, dan parameter yang terlibat pada unit tersebut akan dicek satu persatu dan diperbaiki, kemudian di-compile ulang

Tugas 3 Etika dan Profesonalism TSI

1.      Jelaskan profesi apa aja yang berkaitan dengan teknologi sistem informasi!
2.      Apa peranan orang yang berprofesi dibidang teknologi informasi dalam perkembangan teknologi informasi? jelaskan!
3.      Berikan contoh dari sikap profesionalisme yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi sistem informasi baik sebagai pengguna maupun sebagai pembuat!
Jawab :
1. Kelompok Pertama, adalah mereka yang bergelut di dunia perangkat lunak (software) baik mereka yang merancang sistem operasi, database maupun sistem aplikasi.
·         Sistem analis, merupakan orang yang bertugas menganalisa sistem yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa sistem yang ada, tentang kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain sistem yang akan dikembangkan.
·         Programmer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan sistem analis yaitu membuat program (baik aplikasi maupun sistem operasi) sesuai sistem yang dianalisa sebelumnya.
·         Web designer adalah orang yang melakukan kegiatan perecanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web.
·         Web programmer orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer yaitu membuat program berbasis web sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya dan lain-lain.

Kelompok kedua, adalah mereka yang bergelut di perangkat keras (hardware). Pada lingkungan kelompok ini terdapat pekerjaanpekerjaan seperti :
·         Technical enginer, sering juga disebut sebagai teknisi yaitu orang yang berkecimpung dalam bidang teknik baik mengenai pemeliharaan maupun perbaikan perangkat sistem komputer.
·         Networking Engineer, adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan komputer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya dan lain-lain.

Kelompok ketiga, adalah mereka yang berkecimpung dalam operasional sistem informasi. Pada lingkungan kelompok ini terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :
·         EDP Operator, adalah orang yang bertugas untuk mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan electronic data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.
·         System Administrator, merupakan orang yang bertugas melakukan administrasi terhadap sistem, melakukan pemeliharaan sistem, memiliki kewenangan mengatur hak akses terhadap sistem, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah sistem.
·         MIS Director, merupakan orang yang memiliki wewenang paling tinggi terhadap sebuah sistem informasi, melakukan manajemen terhadap sistem tersebut secara keseluruhan baik hardware, software maupun sumber daya manusianya dan lain-lain

Kelompok yang keempat, adalah  mereka yang berkecimpung di pengembangan bisnis Teknologi Informasi. Pada bagian ini, pekerjaan diidentifikasikan oleh pengelompokan kerja di berbagai sektor di industri Teknologi Informasi.

2.      Etika milik setiap kelompok masyarakat  Masyarakat Profesional Para anggota profes yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama. Contoh : mafia peradilan, klinik super mewah.
3.      Pembuatan sebuah program aplikasi.  Seorang profesional tidak dapat membuat program semuanya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau user, ia dapat menjamin keamanan sistem kerja program aplikasi tersebut dari pihak pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya ( misalnya hacker, cracker dll ). 

Analisis PI (Perancangan Website Pencarian Orang Hilang Menggunakan CMS Osclass)

TUGAS PENGELOLAAN PROYEK SISTEM INFORMASI
Perancangan Website Pencarian Orang Hilang

Menggunakan CMS Osclass



NAMA KELOMPOK :

1.       Dede Kosasih           12113107
2.       Hermawan Gilang  14113084
3.       Ratnawati Inesia P  17113319
4.       Tariawati MJ          18113797
5.       Triadi Prakoso        18113973

KELOMPOK 2

1.1              Latar Belakang Masalah
Di era globalisasi seperti sekarang ini dimana kehidupan masyarakat dengan mobilitas yang tinggi membutuhkan fleksibilitas untuk mendapatkan informasi. Apalagi dengan berkembangnya jaringan internet memudahkan setiap orang untuk mencari suatu informasi dengan cepat.
Website merupakan suatu bagian dari internet yang memberikan banyak informasi. Dengan adanya website sekarang setiap orang akan mudah dalam melakukan pencarian suatu informasi apapun. Misalnya informasi tentang jasa perusahaan, politik, ekonomi, perkembangan teknologi, dan lain sebagainya. Informasi yang diberikan pun dapat beraneka ragam bentuk baik itu dalam bentuk gambar,suara, video, ataupun animasi.
Dalam lingkungan di masyarakat, banyak orang hilang dan pihak keluarga biasanya kesulitan untuk mencari atau menemukan lagi keluarga yang hilang. Oleh karena itu, pada penulisan ilmiah ini, penulis mencoba membuat suatu program aplikasi yaitu membuat Website informasi pencarian orang dan barang hilang yang bertujuan untuk memudahkan dan membatu  menginformasikan kepada keluarga atau masyarakat untuk mencari atau menemukan orang dan barang hilang dengan melalui Website.
Informasi Website tentang orang dan barang hilang ini membantu masyarakat yang menemukan orang dan barang hilang dapat memposting berupa text dan gambar orang dan barang hilang ke Website dan sebaliknya pula  keluarga yang merasa kehilangan seseorang dan barang mereka dapat mencari informasi tersebut melalui Website.

1.2       Batasan Masalah
Dalam penulisan ilmiah ini, penulis membatasi masalah hanya pada pembuatan website informasi pencarian orang dan barang hilang. Dalam hal ini penulis tidak akan membahas aplikasi ini secara keseluruhan, melainkan hanya sebatas pada tahap perencanaan, desain halaman Web, dan fungsi-fungsinya dengan mengunakan CMS (Content Management System).

1.3       Tujuan Penulis
Membantu dan memudahkan masyarakat atau seseorang yang menemukan orang dan barang dengan memposting foto dan informasi orang dan barang hilang tersebut ke website agar keluarga atau pemilik orang dan barang yang hilang itu dapat mencari atau menemukan informasinya  melalui website.

1.4       Kelebihan
Dengan website ini, semua informasi baik dalam bentuk teks, foto, video dan suara dapat disatukan dan dimasukkan ke dalam komputer untuk diproses serta dapat ditampilkan secara interaktif dan menarik ke dalam internet. Website jujur.osclass.org ini dapat bermanfaat bagi pengunjung website khususnya bagi user yang ingin mencari orang hilang. Perancangan alur navigasi dari website ini pun cukup jelas, sehingga tujuan dari pembuatan website jujur.osclass.org ini dapat diterima oleh pengunjung website.
Pengunjung website dihadapkan dengan tampilan-tampilan sederhana dan menu-menu yang tidak rumit, sehingga pengunjung dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang jelas tentang informasi orang hilang yang ada di jujur.osclass.org. Di website ini user juga berperan sekaligus sebagai pengelola dalam mengadakan perubahan terhadap isi sebuah website. Dengan demikin, setiap user yang diberi otoritas dapat secara leluasa memperbaharui isi website setiap saat tanpa campur tangan langsung dari pihak webmaster.

1.5       Kekurangan
Sebelumnya website jujur.oclass.org ini belum memiliki fitur lokasi dimana user pemberi informasi memposting informasinya. Maka dapat ditambahkan lokasi user tersebut agar user lain yang melihat informasi tersebut dapat percaya sepenuhnya dengan isi informasi yang dipaparkan dalam informasi tersebut.
Dalam kategori menu pencarian sebelumnya hanya ada pencarian orang hilang saja, kini ditambahkan pencaarian barang hilang termasuk kendaraan dan elektronik.

1.6       Rancangan Penyempurnaan dari Kekurangan
1.6.1    Rancangan Halaman Index User
            1.6.1.1 Sebelum Dikembangkan
Pada halaman ini akan dibuat:
Logo                : Merupakan logo dari website.
Link 1              : Tombol Login.
Link 2              : Tombol Register.
Link 3              : Tombol kategori Pria.
Link 4              : Tombol kategori Wanita.
Lokasi             : Lokasi kota sesuai listing yang masuk.
Info 1 & 2       : Info orang hilang.

1.6.1.2 Setelah Dikembangkan


Pada halaman ini akan dibuat:
Logo                : Merupakan logo dari website.
Link 1              : Tombol Login.
Link 2              : Tombol Register.
Link 3              : Tombol kategori Pria.
Link 4              : Tombol kategori Wanita.
Link 5              : Tombol kategori Barang..
Lokasi             : Lokasi kota sesuai listing yang masuk.
Info 1 & 2       : Info orang hilang.

         1.6.2    Rancangan Halaman Kategori Barang


Pada halaman ini akan dibuat:

Logo                            : Merupakan logo dari website.
Link 1                          : Tombol Login.
Link 2                          : Tombol Register.
Kolom Pencarian         : Kolom pencarian barang hilang sesuai keyword.
Info                             : Info barang yang hilang.

1.6.3    Rancangan Halaman Hasil Cari


Pada halaman ini akan dibuat:
Logo                            : Merupakan logo dari website.
Link 1                          : Tombol Login.
Link 2                          : Tombol Register.
Kolom Pencarian        : Kolom pencarian orang dan barang hilang sesuai keyword.
Info                             : Info orang dan barang yang hilang.
Maps                           : Lokasi user yang memposting bsrsng dsn orang yang hilang

1.7       Desain Penyempurnaan dari Kekurangan
            1.7.1    Desain Kategori
                        1.7.1.1 Sebelum Disempurnakan



Pada menu bar di atas, terdapat kategori pencarian “Pria” dan “Wanita” untuk menemukan orang hilang.

                        1.7.1.2 Setelah Disempurnakan



Setelah adanya penambahan kategori “Barang”, maka menu bar pun menjadi “Barang”, “Pria”, dan “Wanita”.


1.7.2    Desain Lokasi
                      1.7.2.1 Sebelum Disempurnakan


Hanya ada informasi tentang orang hilang saja yang dapat dilihat.

            1.7.2.2 Setelah Disempurnakan


Di bawah informasi yang dibuat oleh user pemberi informasi, terdapat lokasi yang menunjukkan tempat di mana user pemberi informasi itu memposting informasinya.


Rabu, 19 April 2017

Tugas 2 Etika dan Profesionalisme TSI


1.      Jelaskan motif-motif yang mendasari penyalahgunaan etika dalam teknologi sistem informasi sehingga menyebabkan seseorang atau pihak lain terganggu!
Jawab :
·         Motif intelektual yaitu kejahatan yang dilakukan hanya untuk kepuasan pribadi dan menunjukkan bahwa dirinya telah mampu untuk merekayasa dan mengimplementasikan bidang teknologi informasi. Kejahatan dengan motif ini pada umumnya dilakukan oleh secara individual.
·         Motif ekonomi, politik, dan kriminal yaitu kejahatan yang dilakukan untuk keuntungan pribadi atau golongan tertentu yang berdampak pada kerugian secara ekonomi dan politik pada pihak lain. Karena memiliki tujuan yang dapat berdampak besar, kejahatan dengan motif ini pada umumnya dilakukan oleh sebuah korporasi
·         Cybercrime yang menyerang pemerintah, kejahatan yang dilakukan dengan pemerintah sebagai objek dengan motif melakukan terror, membajak ataupun merusak keamanan suatu pemerintahan yang bertujuan untuk mengacaukan system pemerintahan, atau menghancurkan suatu Negara

2.      Tindakan apa yang harus dilakukan mengatasi gangguan akibat penyalahgunaan etika dalam teknologi sistem informasi !
Jawab :
Cara mengatasi gangguan akibat peyalagunaan etika dalam teknologi sistem informasi dengan Ganti Password Secara Berkala, Melihat banyak dan mudahnya cybercrime dilakukan sampai 15 kasus perdetik, tidak menutup kemungkinan password terpanjang pun dapat dibajak apabila digunakan bertahun-tahun. Maka, disarankan untuk mengganti password tersebut, baik secara berkala atau acak. Dan gunakan Security Software yang Up to Date, Penting untuk menjaga Security Software Anda tetap up to date. Perlakuan ini akan memberikan pendefinisian kembali atas ancaman cybercrime maupun virus yang belum didefinisikan pada versi sebelumnya. Pembaruan ini sangat berguna bagi pengguna yang cukup sering menggunakan koneksi internet.


3.      Sebutkan dan jelaskan salah satu contoh kasus yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan penyalahgunaan etika dalam teknologi sistem informasi!
Jawab :
Perjudian online, pelaku menggunakan sarana internet untuk melakukan perjudian. Seperti yang terjadi di Semarang, Desember 2006 silam. Para pelaku melakukan praktiknya dengan menggunakan system member yang semua anggotanya mendaftar ke admin situs itu, atau menghubungi HP ke 0811XXXXXX dan 024-356XXXX. Mereka melakukan transaki online lewat internet dan HP untuk mempertaruhkan pertarungan bola Liga Inggris, Liga Italia dan Liga Jerman yang ditayangkan di televisi. Untuk setiap petaruh yang berhasil menebak skor dan memasang uang Rp 100 ribu bisa mendapatkan uang Rp 100 ribu, atau bisa lebih. Modus para pelaku bermain judi online adalah untuk mendapatkan uang dengan cara instan. Dan sanksi menjerat para pelaku yakni dikenakan pasal 303 tentang perjudian dan UU 7/1974 pasal 8 yang ancamannya lebih dari 5 tahun.

Sumber :

 http://indonesiakuindonesia.blogspot.co.id/2015/04/contoh-kasus-cybercrime-di-indonesia.html

Senin, 20 Maret 2017

Tugas 1 Etika & Profesionalisme TSI

1.  Jelaskan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya pelanggaran etika dalam teknologi sistem informasi!
Jawab :
a. Perlunya Etika Dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi
Perlindungan atas hak individu di internet dan membangun hak informasi merupakan sebagian dari permasalahan etika dan sosial dengan penggunaan sistem informasi yang berkembang luas. Permasalahan etika dan sosial lainnya, di antaranya adalah: perlindungan hak kepemilikan intelektual, membangun akuntabilitas sebagai dampak pemanfaatan sistem informasi, menetapkan standar untuk pengamanan kualitas sistem informasi yang mampu melindungi keselamatan individu dan masyarakat, mempertahankan nilai yang dipertimbangkan sangat penting untuk kualitas hidup di dalam suatu masyarakat informasi.
b. Kebutuhan individu, contohnya korupsi karena alasan ekonomi.
c. Tidak ada pedoman, karena area “abu-abu”, sehingga tak ada panduan.
d.  Perilaku dan kebiasaan individu contohnya kebiasaan yang terakumulasi tak dikoreksi.
e.  Lingkungan tidak etis contohnya pengaruh dari komunitas.
f. Perilaku orang yang ditiru contohnya efek primordialisme yang kebablasan.

2.  Bagaimana cara untuk mengurangi pelanggaran etika dalam teknologi sistem informasi, jelaskan!
Jawab :
Masyarakat harus di beri penyuluhan untuk menggunakan teknologi yang di kuasai untuk menjalin hubungan yang lebih intents dengan teman atau orang-orang yang sebelumnya telah di kenal didunia nyata. Jangan terobsesi untuk mencari teman-teman baru di Facebook, twitter , atau social media yang lain karena kecenderungan yang terjadi, mereka yang hanya anda kenal didunia maya tidak akan memberikan nilai persahabatan yang mutualisme atau saling mensupport antara satu dan yang lain didunia nyata.

    3. Berikan contoh pelanggaran etika teknlogi sistem informasi dalam kehidupan sehari-hari dan jelaskan bagaimana cara penganggulanginya!
Jawab :
Contoh :
Penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari seperti untuk bekerja, mencari tugas, bersosialisasi melalui jejaring sosial, email, chatting, dan lain-lain. Dampak positif dari kemajuan teknologi IT ini dapat dirasakan sangat membantu dalam kehidupan sehari – hari. Namun dari dampak positif itu, ada pula dampak negatif yang timbul dari kemajuan teknologi IT, contohnya terjadi tindak kriminalitas di dunia maya (internet) dan berbagai macam pelanggaran etika.

Cara penganggulanginya :
Melalui sosialisasi yang tepat dan strategi yang baik, keberadaan para individu kejahatan disunia teknologi IT yang berkembang di masyarakat dapat dijadikan sebagai sebuah kesempatan untuk meningkatkan kinerja keamanan beraneka ragam sistem komputer yang dimiliki oleh masyarakat, agar tidak terhindar dari serangan.