Kelompok 16 :
- RIZKY ERMANDA ( 17113968)
- TARIAWATI MJ (18113797)
- Identitas buku, meliputi
:
1. Judul
buku : Ayat
Ayat Cinta
2. Nama
pengarang : Habiburrahman
El Shirazy
3. Tempat
penerbitan buku : Jakarta,
Penerbit Republika
4. Tahun
penerbitan : 2004
5. Tebal
buku : 20,
5 x 13, 5 cm
6. Jumlah
halaman : 419
halaman
7. Harga
buku : Rp
43. 500, 00
- Isi buku / synopsis :
Sebuah resensi novel ayat ayat cinta resensi atas novel karya dari seorang novelis
Habiburrahman el Shirazy. Saya menulis ini setelah selesai membacanya. Bukan
hanya novel agama, namun ada banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik oleh
para pembaca ketika mereka membacanya tanpa merasa digurui oleh sang penulis.
Novel ini bercerita tentang kisah percintaan yang di balut dalam
ajaran-ajaran islaminya yang sangat kental. Kisah berawal dari seorang
mahasiswa bernama Fahri bin Abdullah Shiddiq. Ia adalah seorang mahasiswa
Universitas Al-azhar, Mesir.
Di Mesir Fahri tinggal bersama dengan keempat temannya yang juga
berasal dari Indonesia. Mereka tinggal di apartemen sederhana. Mereka mempunyai
tetangga yang sangat baik dan akrab dengan mereka, yaitu keluarga Tuan Boutros.
Tuan Boutros mempunyai istri bernama Madame Nahed, dan dua orang anak mereka
Maria dan Yousef. Keluaraga Tuan Boutros adalah keluarga Kristen Koptik yang
sangat taat. Putri sulung mereka yang bernama Maria, ia gadis yang unik. Ia
seorang Kristen Koptik, namun ia suka pada Al-Quran. Ia bahkan hafal beberapa
ayat Al-Quran, diantarnnya adalah surat Maryam. Sebuah surat yang membuat
dirinya merasa bangga.
Pertemuan berawal ketika Fahri pergi ke Shubra El-Kaima untuk
talaqqi pada Syaikh Utsman Abdul Fattah. Ia pergi kesana naik metro,
dan disitulah awal Fahri bertemu dengan perempuan bercadar yang bernama Aisha.
Aisha bukanlah orang Mesir, melainkan gadis asal Jerman yang sedang studi di
Mesir.
Selain mempunyai tetangga yang baik, Fahri juga mempunyai tetangga
yang sangat galak dan kasar. Kepala keluarga itu bernama Bahadur. Bahadur
mempunyai istri bernama madame Syaima dan putri bungsunya Noura. Bahadur selalu
bersikap kasar dengan Noura. Malam itu Fahri ingin menolong Noura yang sedang
jadi bulan-bulanan oleh Bahadur, tapi Fahri tidak bisa menolongnya, lalu dia
meminta bantuan Maria, akhirnya Maria mau menolong Noura. Fahri berempati penuh
dengan Noura dan ingi menolongnya. Sayang hanya empati saja, tidak lebih.
Maria tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi
mengagumi Al-Quran, dan mengagumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta.
Sayang cinta Maria hanya tercurah dalam diary saja.
Nurul adalah anak seorang Kyai terkenal yang juga mencari ilmu di
Al-Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis itu. Sayang rasa mindernya
yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah mengungkapkan
perasaanya pada Nurul. Padahal Nurul juga menaruh hati pada Fahri, tapi Nurul
juga tidak sanggup mengungkapkan perasaanya kepada Fahri.
Muncullah Aisah, si mata Indah yang menyihir Fahri sejak sebuah
kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku. Aisah
jatuh cinta pada Fahri, dan juga Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya.
Mereka berdua menikah, dijodohkan oleh pamannya Aisha. Mereka
hidup bahagia. Beberapa bulan kemudian Aisha dinyatakan mengandung. Tak lama
kemudian, Fahri dapat kabar kalau Maria koma. Belum sempat menjenguk Maria,
malapetaka datang menghampiri rumah tangga mereka. Noura menuduh Fahri telah
memperkosanya. Semua orang tahu bahwa itu adalah fitnah. Fahri diseret, dan
dimasukkan ke penjara. Kuncinya semua ini adalah Maria yang sedang koma. Dia
mengetahui bagaimana kejadian yang sebenarnya.
Keluarga Boutros mendatangi Fahri di penjara, mereka berniat
mengunjungi Fahri dan juga ingin meminta bantuan kepada Fahri untuk menyadarkan
Maria dari komanya, dengan menrekam suara Fahri dan nantinya akan didengarkan
ke Maria. Kata dokter hanya orang yang dicintai Maria yang dapat
menyembuhkannya. Tak kunjung sadar juga, akhirnya dokter dan madame Nahed
mneyuruh Fahri untuk menyatakan cintanya kepada Maria. Sebelumnya Fahri tidak
mau melakukan itu, lalu Fahri meminta izin kepada Aisha, akhirnya Aisah
menyetujuinya. Setelah itu, Fahri langsung menikahi Maria. Setelah beberapa
saat kemudian, Maria sadar.
Sidang penentuan tiba, diakhir persidangan Maria tiba. Dia
mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu. Setelah mengatakan itu
semua, Maria pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Fahri memenangkan
sidang tersebut, dan Bahadur dimasukkan penjara.
Begitu divonis bebas, Fahri dibawa oleh Aisha ke rumah sakit yang
sama dengan Maria untuk diperiksa. Sejak selesai dari persidangan itu, Maria
belum sadarkan diri juga. Beberapa saat kemudian, Aisha mendengar Maria
mengigau kalau dia ingin masuk surga, tapi tidak diperbolehkan. Lalu ia
terbangun dan menceritakan itu semua pada Aisha dan juga Fahri. Fahri tau apa
yang dimaksudkan oleh Maria, lalu ia membopong Maria ke kamar mandi dan Aisha
membantu untuk mewudhui Maria. Selesai itu Maria kembali dibaringkan di atas
kasur seprti semula. Lalu dengan suara lirih yang keluar dari relung jiwa ia
melafalkan syahadad. Tak lama kemudian, kedua matanya tertutup rapat dan
akhirnya Maria meninggal dunia.
- Kelebihan dan kelemahan buku.
· Kelebihan :
1. Novel ini mengajarkan kehidupan
Islami yang sangat kental sekali, bisa menjadi motivasi bagi orang-orang yang membacanya.
2. Ayat Ayat Cinta mengajak kita untuk
lebih berfikir jernih, dan lebih cerdas dalam memahami cakrawala keislaman,
kehidupan, dan juga cinta.
· Kelemahan :
1. Tokoh utama Fahri, yang hanya
laki-laki biasa dan anak seorang petani dicintai oleh empat orang wanita
sekaligus. Dalam kehidupan nyata hal ini mustahil terjadi. Kesannya Fahri
digambarkan sebagai laki-laki yang hampir sempurna.
2. Maria yang jatuh sakit
berminggu-minggu bahkan sampai koma, hanya karena ditolak cintanya oleh Fahri.
Dalam kehidupan nyata hal ini terlalu berlebihan.
- Kelebihan dan kelemahan buku bisa kita lihat dari isi,
bahasa, dan kemasannya.
1. Isi, meliputi kualitas, kelengkapan,
dan kebaruan.
Kualitasnya
sangat baik, diterbitkan di Jakarta oleh Penerbit Republika. Novel ini menurut
saya juga sudah lengkap, mulai dari cover depan sampai belakang. Kebaruan,
novel ini bisa dikatakan sudah lama, cetakan pertama terbit desember tahun
2004, dan cetakan terakhir yang saya lihat april 2008.
2. Bahasa, meliputi kelancaran,
ketepatan, dan komunikatifan bahasa.
Novel ini
ditulis dengan bahasa lancar dengan tokoh-tokoh yang “hidup” dalam berbagai
karakter, membuat novel ini tidak hanya sekedar dibaca sebagai cerita picisan
atau romantisme biasa, melainkan membaurkan pengetahuan atas hidup dan
berkehidupan secara indah. Ketepatan dalam mengolah kata-kata sangat tepat,
membuat cerita dalam novel ini terasa benar-benar terjadi. Bahasanya juga
komunikatif, mudah dipahami oleh pembacanya. Di dalam novel ini ada bahasa
arabnya juga, dan dibawahnya ada artinya jadi memudahkan si pembaca
memahmi isinya.
3. Kemasan buku.
Novel ini
dikemas dengan sangat baik. Sebelum membaca isinya, pembaca disuguhkan dengan
komentar-komentar orang yang sudah membaca novel tersebut, jadi menambah
keinginan untuk mengetahui bagaiman isi ceritanya.
- Unsur bahasa yang digunakan :
- Tema : Cinta Penuh Pengorbanan
2. Tokoh : Fahri, Maria, Aisha,
Nurul, Noura, Saiful, Rudi, Hamdi, Mishbah, keluarga Tuan Boutros, Bahadur.
3. Plot / alur : Maju.
4. Perwatakan :
· Fahri : Rajin, pintar, sabar,
terencana, tepat waktu, ikhlas, ulet, penolong, sholeh, aktifis, pintar dalam
memimpin, lurus, penuh dengan target.
· Maria : Ceria, suka bergurau, rajin, pintar, tapi fisiknya
lemah.
· Aisah : Orangnya lembut, sabar,
ikhlas, terencana, pintar, sholehah, serba mewah.
· Nurul : Rajin, pintar, pemalu , tidak terbuka, kaku, emosi,
sholehah.
· Noura : Orangnya tertutup, sulit di
tebak,pintar, tapi dia kejam, emosi, pendiam.
· Keluarga Tuan Boutros : Baik hati,
sopan, suka menolong, tidak sombong walaupun orang kaya.
· Bahadur : Kasar, semena-mena pada
anak, suka memfitnah.
· Teman Fahri (Saiful, Rudi, Hamdi, Mishbah) : Baik, tekun,
pintar, rajin, sholeh.
5. Setting / latar : Mesir, Kairo,
Al-Azhar, flat, masjid, restoran, metro, penjara, rumah sakit, Alexandria.
6. Amanat : Semakin banyak ilmu yang
kita dapat, maka semakin banyak rintangan dan hambatan, godaan yang harus kita
lewati dan diselesaikan dengan hati yang sabar dan yakin akan ada hikmahnya.
7. Sudut pandang : Aku orang ke 1
- Kesimpulan
Novel ini
tidak saja menceritakan kehidupan percintaan seperti novel-novel tentang cinta
yang lain, tapi novel ini mengenalkan bagaimana percintaan menurut islam yang
sebanar-benarnya. Novel ini memang sangat bagus isi ceritanya, tidak hanya
menggambarkan kehidupan seseorang yang sangat sederhana, tetapi juga
mengajarkan kepada kita betapa pentingnya hidup di jalan Allah, hidup hanya
benar-benar untuk Allah S.W.T. Seperti yang sudah saya katakan tadi sebelumnya.
Mengajarkan kita betapa susahnya perjuangan seorang mencari ilmu di negeri
orang.