Senin, 09 Mei 2016

Pengertian Puisi

Puisi merupakan suatu bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran serta perasaan dari penyair dan secara imajinatif serta disusun dengan mengonsentrasikan kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik serta struktur batinnya. Penekanan pada segi estetik pada suatu bahasa serta penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima merupakan hal yang membedakan pada puisi dari prosa. Namun dari perbedaan tersebut masih saja diperdebatkan.
Hal -hal membaca puisi
Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi sebagai berikut:
Ketepatan ekspresi/mimik
Ekpresi adalah pernyataan perasaan hasil penjiwaan puisi. Mimik adalah gerak air muka.
1.       Kinesik yaitu gerak anggota tubuh.
2.       Kejelasan artikulasi
Artikulasi yaitu ketepatan dalam melafalkan kata- kata.
1.       Timbre yaitu warna bunyi suara (bawaan) yang dimilikinya.
2.       Dinamik artinya keras lembut, tinggi rendahnya suara.
3.       Intonasi atau lagu suara
Dalam sebuah puisi, ada tiga jenis intonasi antara lain sebagai berikut :
1.      Tekanan dinamik yaitu tekanan pada kata- kata yang dianggap penting.
2.     Tekanan nada yaitu tekanan tinggi rendahnya suara. Misalnya suara tinggi menggambarkan keriangan, marah, takjub, dan sebagainya. Suara rendah mengungkapkan kesedihan, pasrah, ragu, putus asa dan sebagainya.
3.     Tekanan tempo yaitu cepat lambat pengucapan suku kata atau kata.

Jenis –jenis puisi
Puisi dibedakan menjadi 2 yaitu :
a.                  Puisi lama
Puisi lama merupakan puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan. Aturan puisi lama seperti jumlah kata yang terdapat dalam 1 baris, jumlah baris yang terdapat dalam 1 bait, persajakan atau rima, banyak suku kata pada tiap baris, dan irama. 
Jenis Puisi Lama :       
1.      Mantra merupakan sebuah ucapan-ucapan yang masih dianggap memiliki sebuah kekuatan gaib
2.      Pantun merupakan salah satu puisi lama yang mempunyai ciri bersajak a-b-a-b, tiap baris terdiri atas 8 hingga 12 suku kata, 2 baris pada awal pantun disebut sampiran, 2 baris berikutnya disebut sebagai isi, tiap bait 4 baris.
3.      Karmina merupakan salah satu jenis pantun yang kilat seperti sebuah pantun tetapi sangat pendek.
4.      Seloka adalah pantun yang berkait.
5.      Gurindam adalah puisi yang terdiri dari tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, dan biasanya berisi nasihat.
6.      Syair merupakan puisi yang bersumber dari negara Arab dan dengan ciri pada tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, biasanya berisi nasihat atau sebuah cerita.
7.      Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari bilangan genap seperti 6, 8, ataupun 10 baris.
Ciri-ciri puisi lama :
1.       Tak diketahui nama pengarangnya. 
2. Penyampaian dari mulut ke mulut, sehingga merupakan sastra lisan.
3. Sangat terikat akan aturan-aturan misalnya mengenai jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima. 

       b.                 Puisi baru
Puisi baru merupakan puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan, berbeda dengan puisi lama. Puisi baru memiliki bentuk yang lebih bebas dibandingkan puisi lama baik dalam jumlah baris, suku kata, ataupun rima.
Jenis puisi Baru :
1.      Balada merupakan salah satu jenis puisi baru. Balada merupakan puisi tentang cerita. Balada terdiri dari 3 bait dan masing-masing dengan 8 larik serta dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Lalu skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Pada larik terakhir dalam bait pertama digunakan refren dalam bait-bait selajutnya.
2.      Himne merupakan puisi yang digunakan sebagai pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau seorang pahlawan.
3.      Ode adalah puisi sanjungan bagi orang yang telah berjasa. Nada serta gayanya sangat resmi, bernada sangat anggun, dan membahas sesuatu yang mulia, memiliki sifat yang menyanjung baik itu terhadap pribadi tertentu atau suatu peristiwa umum.
4.      Epigram adalah puisi yang memiliki isi berupa tuntunan atau ajaran hidup.
5.      Romansa adalah puisi yang berisi tentang luapan perasaan penyair tentang cinta kasih.
Ciri-ciri puisi baru :
1.    Memiliki bentuk yang rapi, simetris
2. Persajakan akhir yang teratur
3. Menggunakan pola sajak pantun dan syair walaupun dengan pola yang lain
4. Umumnya puisi empat seuntai
5. Di setiap baris atasnya sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
6. Di tiap gatranya terdiri dari dua kata (pada umumnya) : 4-5 suku kata


Tidak ada komentar:

Posting Komentar