Bahasa adalah suatu bentuk
komunikasi antar dua orang atau lebih yang bertujuan untuk menyampaikan pesan,
informasi, pendapat dan sebagainya. Bahasa Indonesia sendiri merupakan suatu
bahasa yang digunakan sebagai bahasa persatuan oleh bangsa Indonesia mengingat
Indonesia memiliki banyak suku dan budaya yang beraneka ragam dengan bahasa
yang berbeda.
Menurut Edison A. Jamli dkk Globalisasi ialah sebuah
proses yang muncul dari sebuah gagasan, yang kemudian ditawarkan agar diikuti
oleh bangsa lain yang pada akhirnya akan sampai pada sebuah titik kesepakatan
bersama dan menjadi panutan bersama bagi bangsa-bangsa yang berada di seluruh
dunia. Dengan kata lain, globalisasi dapat membuat budaya dan bahasa asing
bisa masuk dengan mudahnya ke suatu bangsa atau negara tidak terkecuali
Indonesia.
Pada
era globalisasi sekarang ini, jati diri bahasa Indonesia harus dibina dan di
masyarakatkan oleh setiap warga negara Indonesia. Hal ini diperlukan agar
bangsa Indonesia tidak terbawa arus oleh pengaruh budaya asing yang tidak
sesuai dengan bahasa dan budaya bangsa Indonesia. Pengaruh alat komunikasi yang
begitu canggih harus dihadapi dengan mempertahankan jati diri bangsa Indonesia,
termasuk jati diri bahasa Indonesia. Ini semua menyangkut tentang kedisiplinan
berbahasa nasional, pemakai bahasa Indonesia yang berdisiplin adalah pemakai
bahasa Indonesia yang patuh terhadap semua kaidah atau aturan pemakaian bahasa
Indonesia yang sesuai dengan situasi dan kondisinya. Disiplin berbahasa
Indonesia akan membantu bangsa Indonesia untuk mempertahankan dirinya dari
pengaruh negatif asing atas kepribadiannya sendiri.
Terdapat
dampak positif dan negatif pengaruh era globalisasi terhadap bahasa Indonesia
Dampak positif dari era globalisasi
terhadap bahasa Indonesia
·
Bahasa
Indonesia mulai dikenal oleh dunia internasional. Dengan adanya pertukaran
pelajar antar bangsa membuat bangsa Indonesia memperkenalkan budaya Indonesia
termasuk dengan bahasa. 52 Universitas di negara lain juga sudah mempunyai
fakultas Sastra Bahasa Indonesia.
·
Meningkatnya
pengetahuan masyarakat internasional tentang Bahasa Indonesia, membuat banyak
bangsa lain yang ingin mempelajari bahasa Indonesia.
·
Banyaknya
buku asing yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Dampak negatif dari era globalisasi
terhadap bahasa indonesia
·
Pada
zaman era globalisasi ini, masyarkat Indonesia sendiri kurang menggunakan
bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
·
Berkurangnya
minat generasi muda untuk mempelajari Bahasa Indonesia. Mereka lebih suka
mempelajari bahasa lain yang dianggap lebih modern dari pada bahasa
kelahirannya sendiri.
Seiring dengan bertambahnya usia,
bahasa Indonesia justru dihadang banyak masalah. Pertanyaan bernada pesimis
sering bermunculan dintaranya Mampukah bahasa Indonesia menjadi bahasa budaya
dan bahasa Iptek yang berwibawa dan mempunyai prestise tersendiri di
tengah-tengah dahsyatnya arus globalisasi? Mampukah bahasa Indonesia bersikap
luwes dan terbuka dalam mengikuti derap peradaban yang terus gencar menawarkan
perubahan dan dinamika? Masih setia dan banggakah para penuturnya dalam
menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi yang efektif di
tengah-tengah perubahan dan dinamika itu?
Solusi yang bisa dilakukan agar
dapat mengurangi pertanyaan dan dampak negatif dari era globalisasi
tersebut salah satunya adalah dengan meningkatan fungsi bahasa Indonesia
sebagai sarana keilmuan. Hal ini perlu dilakukan sejalan dengan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi. Seirama dengan ini, peningkatan mutu pengajaran
bahasa Indonesia di sekolah harus terus dilakukan.
Sumber :
https://fredypurbayadhyfha.wordpress.com/2012/04/24/fungsi-dan-peran-bahasa-indonesia-dalam-era-globalisasi/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar