Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang
dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan
bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan
maupun tulisan.
Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun,
dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf
latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.)
untuk menyatakan kalimat berita atau yang bersifat informatif, tanda tanya (?)
untuk menyatakan pertanyaan dan tanda seru (!) untuk menyatakan kalimat
perintah. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun
tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P).
Ada 2 jenis kalimat, yaitu
- Kalimat
tunggal adalah kalimat
yang hanya mempunyai satu pola kalimat, yaitu hanya memiliki satu subjek
dan predikat.
- Kalimat
majemuk adalah kalimat
yang mempunyai dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk ini terdiri
dari induk kalimat dan anak kalimat. Cara membedakan anak kalimat dan
induk kalimat yaitu dengan melihat letak konjungsi. Induk kalimat tidak
memuat konjungsi didalamnya, konjungsi hanya terdapat pada anak kalimat.
Kalimat majemuk dibedakan menjadi 4 macam :
- Kalimat
Majemuk Setara
- Kalimat
Majemuk Rapatan
- Kalimat
Majemuk Bertingkat
- Kalimat
Majemuk Campuran
1. Kalimat majemuk setara
kalimat
majemuk setara yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang
kedudukannya sejajar atau sederajat. Berdasarkan kata penghubungnya
(konjungsi),
contoh :
·
Juminten
pergi ke pasar. (kalimat tunggal 1)
·
Ragil
berangkat ke bengkel. (kalimat tunggal 2)
Ø Juminten pergi ke pasar sedangkan
Ragil berangkat ke bengkel. (kalimat majemuk)
Ø Reza berangkat ke sekolah, sedangkan
ibunyapergi ke pasar. (kalimat majemuk)
2. Kalimat majemuk rapatan
Kalimat majemuk rapatan yaitu gabungan beberapa kalimat
tunggal yang karena subjek, predikat atau objeknya sama,maka bagian yang sama
hanya disebutkan sekali.
Contoh :
·
Pekerjaannya
hanya makan. (kalimat tunggal 1)
·
Pekerjaannya
hanya tidur. (kalimat tunggal 2)
·
Pekerjaannya
hanya merokok. (kalimat tunggal 3)
Ø Pekerjaannya hanya makan, tidur, dan
merokok. (kalimat majemuk rapatan)
3. Kalimat Bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat yaitu penggabungan dua kalimat
atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. Di dalam kalimat majemuk
bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak kalimat. Anak kalimat timbul
akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat.
Contoh :
·
emarin
ayah mencuci motor. (induk kalimat)
·
Ketika
matahari berada di ufuk timur. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan
waktu)
Ø Ketika matahari berada di ufuk
timur, ayah mencuci motor. (kalimat majemuk bertingkat cara 1)
Ø Ayah mencuci motor ketika matahari
berada di ufuk timur. (kalimat majemuk bertingkat cara 2)
4. Kalimat majemuk campuran
Kalimat majemuk campuran yaitu
gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.
Sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat.
Contoh :
·
Toni
bermain dengan Kevin. (kalimat tunggal 1)
·
Rina
membaca buku di kamar kemarin. (kalimat tunggal 2, induk kalimat)
·
Ketika
aku datang ke rumahnya. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)
Ø Toni bermain dengan Kevin, dan Rina
membaca buku di kamar, ketika aku datang ke rumahnya. (kalimat majemuk
campuran)
Sumber
: https://id.wikipedia.org/wiki/Kalimat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar