Sabtu, 26 Maret 2016

Lebaran 2015

Kali ini saya akan berbagi cerita lagi tentang Lebaran 2015 di kampung halaman Mbah putri dan Mbah kakung bersama  keluarga dan saudara-saudara saya di  Wates Yogyakarta. Sebelum Adzan magrib biasanya sekeluarga saya memasak opor ayam, sayur pepaya dan membuat ketupat untuk dimakan setelah Sholat Ied.

Ketika idul fitri tiba ……
Adzan magrib sore itu menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan. Tak berapa lama kemudian, gema suara takbir menggema membelah angkasa menandakan bulan Syawal telah tiba. Kampung yang tadinya sepi, mendadak menggeliat ramai. Kembang api menghiasi langit. Bocah-bocah sibuk bermain petasan sepanjang pinggir jalan depan rumah. Tawa riang mereka begitu polos. Berteriak, berlarian kesana kemari sambil menutup kupingnya.

Kemudian Sholat Ied diadakan di Masjid Al-fattah. Lokasinya berada di tengah-tengah kampung. Tua muda, laki-laki perempuan, semua berkumpul bersama. Raut wajahnya terlihat berseri-seri menyambut hari yang fitri. Jamaah putra di dalam , sementara jamaah putri di luar. Usai Shalat Ied, tradisi rutinnya adalah bersalam-salaman dengan seluruh jamaah diiringi pukulan bedug yang bertalu-talu sambil membaca shalawat. Dimulai dengan bersalaman kepada imam & khatib lalu sambung menyambung dengan jamaah lain. Antrian salaman akan mengular panjang dari dalam masjid sampai keluar. Disinilah semua warga bisa bertemu. Yang sudah pergi merantau jauh lalu pulang mudik maupun yang masih tinggal di kampung halaman.
Kemudian setelah selesai Sholat Ied semua anak-anak Mbah putrid dan Mbah kakung, cucu-cucu, buyut  bergiliran bersalam-salaman dan meminta maaf, selanjutnya diadakan sesi foto bersama saudara-saudara, dan keluarga masing-masing. Setelah itu saya makan kesukaan saya ketika lebaran yaitu ketupat dan opor ayam mhehehee…. Selanjutnya kami sekeluarga  berkeliling mengunjungi rumah saudara-saudara dan tetangga. Inilah cerita saya lebaran di kampung Wates Yogyakarta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar