Kali
ini saya akan berbagi cerita lagi tentang Lebaran 2015 di kampung halaman Mbah putri
dan Mbah kakung bersama keluarga dan
saudara-saudara saya di Wates Yogyakarta.
Sebelum Adzan magrib biasanya sekeluarga saya memasak opor ayam, sayur pepaya dan
membuat ketupat untuk dimakan setelah Sholat Ied.
Ketika idul fitri tiba ……
Adzan magrib sore itu menandai berakhirnya bulan suci
Ramadhan. Tak berapa lama kemudian, gema suara takbir menggema membelah angkasa
menandakan bulan Syawal telah tiba. Kampung yang tadinya sepi, mendadak
menggeliat ramai. Kembang api menghiasi langit. Bocah-bocah sibuk bermain
petasan sepanjang pinggir jalan depan rumah. Tawa riang mereka begitu polos.
Berteriak, berlarian kesana kemari sambil menutup kupingnya.
Kemudian Sholat
Ied diadakan di Masjid Al-fattah. Lokasinya berada di tengah-tengah kampung.
Tua muda, laki-laki perempuan, semua berkumpul bersama. Raut wajahnya terlihat
berseri-seri menyambut hari yang fitri. Jamaah putra di dalam , sementara
jamaah putri di luar. Usai Shalat Ied, tradisi rutinnya adalah bersalam-salaman
dengan seluruh jamaah diiringi pukulan bedug yang bertalu-talu sambil membaca
shalawat. Dimulai dengan bersalaman kepada imam & khatib lalu sambung
menyambung dengan jamaah lain. Antrian salaman akan mengular panjang dari dalam
masjid sampai keluar. Disinilah semua warga bisa bertemu. Yang sudah pergi
merantau jauh lalu pulang mudik maupun yang masih tinggal di kampung halaman.
Kemudian setelah selesai Sholat Ied semua anak-anak Mbah
putrid dan Mbah kakung, cucu-cucu, buyut bergiliran bersalam-salaman dan meminta maaf,
selanjutnya diadakan sesi foto bersama saudara-saudara, dan keluarga
masing-masing. Setelah itu saya makan kesukaan saya ketika lebaran yaitu
ketupat dan opor ayam mhehehee…. Selanjutnya kami sekeluarga berkeliling mengunjungi rumah saudara-saudara
dan tetangga. Inilah cerita saya lebaran di kampung Wates Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar