kali
ini saya mau berbagi cerita tentang liburan saya bersama keluarga. Liburan
beberapa tahun yang lalu, saya dan keluarga pergi ke Palembang untuk
mengunjungi suatu tempat wisata. Palembang merupakan salah satu kota di Sumatra
Selatan.
Di Palembang, banyak sekali keunikan dan tempat menarik yang merupakan ciri khas disana seperti Jembatan Ampera, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Pulau Kemaro dan lain sebagainnya . Perjalanan kurang lebih 6 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi dikarnakan perjalanan kesana dipenuhi banyak kendaraan
Di Palembang, banyak sekali keunikan dan tempat menarik yang merupakan ciri khas disana seperti Jembatan Ampera, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Pulau Kemaro dan lain sebagainnya . Perjalanan kurang lebih 6 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi dikarnakan perjalanan kesana dipenuhi banyak kendaraan
Tempat
pertama yang saya kunjungi ketika tiba disana adalah Jembatan ampera disana
saya dan keluaraga berfoto foto dan kemudian mengunjungi Museum Sultan Mahmud
Badaruddin II didalam museum terdapat
barang barang peninggalan zaman dahulu. Sultan
Mahmud Badaruddin II merupakan pemimpin kesultanan Palembang-Darussalam selama dua
periode (1803-1813,1818-1821), setelah masa pemerintahan ayahnya, Sultan Muhammad Bahauddin (1776-1803). Nama aslinya sebelum menjadi Sultan adalah
Raden Hasan Pangeran Ratu. Dalam masa pemerintahannya, ia beberapa kali
memimpin pertempuran melawan Inggris dan Belanda, di
antaranya yang disebut Perang Menteng. Pada
tangga 14 Juli 1821, ketika Belanda berhasil menguasai Palembang, Sultan Mahmud
Badaruddin II dan keluarga ditangkap dan diasingkan ke Ternate. Penggunaan nama
Sultan Mahmmud Badaruddin II pada museum untuk menggingat dan menghargai
jasa-jasanya.
Museum ini terletak
di tepi sungai Musi di dekat Benteng Kuto Besak dan Jembatan Ampera. Museum ini
terdiri dari dua lantai berarsitektur kolonial dengan atap rumah limas khas
Palembang. Dahulu, wilayah Museum Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan lahan
bekas keraton yang dibangun oleh Sultan Mahmud Badaruddin I pada tahun 1737.
Selanjutnya
saya dan keluarga mengunjungi Pulau Kemaro, mencapai Pulau Kemaro, wisatawan
dapat menyewa perahu motor dari kawasan Benteng Kuto Besak. daerah ini terkenal
sebagai area rekreasi yang menyenangkan. Bagi masyarakat Tionghoa di Palembang,
Pulau Kemaro merupakan tempat special. Di pulau ini telah dibangun vihara dan
pagoda 9 lantai. Umumnya, pemeluk agama Budha yang berkunjung ke Pulau Kemaro
selain untuk beribadah mereka akan berziarah. Pada saat acara Tahun Baru Imlek,
Pulau Kemaro akan semakin ramai dikunjungi oleh etnis Tionghoa dan juga
penduduk Lokal. Dan setelah mengunjungi
Pulau Kemaro saya dan keluarga makan sore, kemudian sekitar jam 19.00 saya dan keluarga pulang kerumah,.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar